Info
  • BKPPD Kab. Cilacap mendapat Kunjungan Bencmarking Diklatpim Tk. III Pusdiklat Kemendagri Yogyakarta
  • 10 dari 21 Peserta UKPPI Tk. III Pemkab Cilacap tidak lulus Ujian
  • Rabu, 24 Mei 2017 sebanyak 259 Bidan Program PTT Kementerian Kesehatan RI di Lingkungan Pemkab Cilacap menerima SK. CPNS
  • 111 Kepala Sekolah Dasar di jajaran Pemkab Cilacap dialihtugaskan
  • Selamat datang di website resmi BKPPD Kabupaten Cilacap
  • Cilacap Kerja Nyata, Sukseskan Bangga Mbangun Desa
  • Usulan dan berkas persyaratan KP 1 Oktober 2017 dari OPD sudah dapat kami terima di BKPPD sd tgl. 7 Juni 2017 untuk PNS Struktural & JFU, dan tgl. 10 Juli 2017 untuk PNS JFT.

Perhitungan Zakat Profesi

19 Juni 2017  |  08:45  |  NOVIYANTO HADI SUGITO  |  Artikel

Zakat profesi adalah zakat dari penghasilan yang di dapat dari keahlian tertentu, seperti dokter, arsitek, guru, penjahit, PNS, pegawai swasta dll.

Dasar Zakat Profesi

Adapun dasar diwajibakan zakat profesi adalah firman Allah :
“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang-orang yang meminta dan orang-orang miskin yang tidak mendapat-kan bagian.” (QS. Adz-Dzariyat: 19)
Hal ini dikuatkan firman  Allah :
“Wahai orang-orang yang beriman bersedekahlah (keluarkanlah zakat) dari apa yang baik-baik dari apa yang kalian usahakan.” (QS. Al-Baqarah: 267)

Dalam Muktamar Internasional Pertama tentang Zakat di Kuwait pada tanggal 29 Rajab 1404 H, yang bertepatan dengan tanggal 30 April 1984 M, para peserta sepakat akan wajibnya zakat profesi jika sampai pada nishab, walaupun mereka berbeda pendapat tentang cara pelaksanaannya.

Cara Mengeluarkan Zakat Profesi

Zakat profesi ketentuannya diqiyaskan kepada zakat perdagangan, artinya nishab, kadar dan waktu mengeluarkannya sama dengan zakat perdagangan. Nishabnya senilai 85 gram emas, kadarnya 2,5% dan waktu mengeluarkan setahun sekali setelah dikurangi kebutuhan pokok.

Sebagai contoh:

Seorang pegawai swasta berpenghasilan setiap bulannya Rp. 10.000.000,- mempunyai tabungan di bank RP. 30.000.000,-. Kebutuhan pokoknya perbulan Rp. 3.000.000,-. Utang untuk mencicil rumah perbulan Rp. 1.000.000,- maka cara perhitungan zakatnya adalah:

Gaji Bulanan Rp. 10.000.000,- X 12 bulan                = Rp. 120.000.000,-
Tabungan (sudah berlalu 1 tahun)                            = Rp.   30.000.000,-
Jumlah Harta                             = Rp. 150.000.000,-
Dikurangi

Kebutuhan Pokok Rp. 3.000.000,- X 12 bulan          = Rp.    36.000.000,-
Cicilan rumah Rp. 1.000.000,- X 12 bulan                 = Rp.    12.000.000,-

Saldo                                          = Rp. 102.000.000,-

Jadi jumlah harta yang harus di zakati adalah
Rp. 102.000.000,- X 2,5% = Rp. 2.550.000,-


Sumber:
Praktis Menghitung Zakat oleh DR. Zain An Najah, MA.

.
Share: