Info
  • NEW NORMAL, PELAYANAN KEPEGAWAIAN DISESUAIKAN PROTOKOL KESEHATAN
  • PRA REKONSILIASI DATA PNS CILACAP 2020 ; AYO UPDATE DATA KEPEGAWAIANMU
  • UNTUK KEEMPAT KALINYA LAPORAN KEUANGAN CILACAP RAIH OPINI WTP
  • TELAH DIBUKA PORTAL PENDAFTARAN SEKOLAH KEDINASAN TAHUN 2020, 8-23 JUNI
  • Selamat datang di website resmi BKPPD Kabupaten Cilacap
  • Cilacap Kerja Nyata, Sukseskan Bangga Mbangun Desa

SEPENGGAL CERITA TENTANG PANCASILA

29 Mei 2017  |  14:00  |  EDI SARWONO  |  Artikel

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila sekaligus menetapkannya sebagai hari libur nasional yang berlaku mulai tahun 2017.

Pancasila terlahir dari sebuah ide brilliant seorang putra bangsa bernama asli Koesno yang kelak terkenal sebagai Soekarno salah satu Proklamator Bangsa Indonesia.

Inilah sepenggal cerita tentang ide Pancasila :

Pohon sukun itu berdiri di atas sebuah bukit kecil menghadap ke teluk. Hampir saban hari selama pembuangan di Ende, Flores Soekarno selalu mengunjungi pohon itu untuk sekadar memandanginya selama berjam-jam.

"Suatu kekuatan gaib memaksaku ke tempat itu hari demi hari," kata Soekarno yang dibuang pemerintah Belanda ke pulau sunyi itu daritahun 1934 sampaitahun 1938.

Dalam otobiografinya “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia”, sang proklamator menganggap pohon itu bukan sekadar pohon, tetapi juga pemberi ilham menggali Pancasila.

"Di Pulau Flores yang sepi, di mana aku tidak memiliki kawan, aku telah menghabiskan waktu berjam-jam lamanya di bawah sebatang pohon di halaman rumahku, merenungkan ilham yang diturunkan oleh Tuhan, yang kemudian dikenal sebagai Pancasila," cetus Bung Karno.

Bung Karno mengatakan, apa yang dia kerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi dari tradisi-tradisi nusantara sendiri. "Dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah," ujarnya.

Lima mutiara berharga itu adalah: Kebangsaan, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Demokrasi, Keadilan Sosial dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Rumusan inilah yang kemudian menjadi Pancasila yang sekarang.


Share: